Skip to main content

Featured

Pahlawanku

Dibawah pekat gelapnya langit, terbangunlah beliau Menyambut hari, yang bahkan masih terlalu dini Kegiatannya telah dimulai sejak pagi Sambil menunggu lengsernya fajar menuju langit biru Tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan Pelik pun tak jadi keluhan Semua demi keluarga yang amat beliau sayangi Apa lagi kalau bukan untuk suami dan buah hati? Di balik wajahnya yang makin keriput Rasa iba ini tumbuh sesak di dalam dada Melihat sosok beliau yang berangsur uzur Tak kuat pikirku hidupku tanpa dirinya Tanpa beliau, aku bisa apa? Tanpa beliau, aku jadi apa? Tanpa beliau, aku bukanlah apa-apa! Ibuku, pahlawanku Walau aku takkan pernah bisa membalas jasamu Setidaknya kalbuku selalu melantunkan doa padamu #EmpisEmpisTemanggung #10102022

Sesal

Hiruk pikuk kerumunan

Merayakan festival tahunan

Bersama kekasih, bersama teman

Menikmati perayaan


Sahabat, teman, saudara

Menemaniku menjelajahi seluruh area perayaan

Mencicipi makanan, mencoba permainan, juga cinderamata

Tertawa, bercanda ria, bahagia tanpa beban


Tak kusangka semuanya kini tinggal kenangan

Kenyataan menampar keras asa kami

Dewasa merenggut waktu, memaksa kami mengejar angan-angan

Tak mengizinkan kami seperti masa dulu lagi


Ideologi dan cita-cita kami

Memisahkan kami bak air dan minyak

Demi tujuan yang ingin kami capai sendiri-sendiri

Sampai kadang lupa sahabat dan kisanak

Semua sendiri

Mendekap erat kesepian di hati

Ingin rasanya kami kembali

Ke masa tanpa rasa iri maupun dengki


#EmpisEmpisTemanggung

#Kesepian

Comments

Popular Posts